Pertama ke Jakarta, saya kaget ada anak kecil menyapa: ”Bang ... mau beli koran?”
Darimana anak ini tahu nama saya Bambang? Lama-lama saya mengerti, di Jakarta orang memanggil ”abang” atau ”bang” pada lelaki yang lebih tua.
Di Palembang, Uum Komarudin terkejut ketika tukang beca menyapanya: ”Um ... mau naik beca?” Ternyata di Palembang orang biasa memanggil laki-laki dewasa dengan ”um”. Mungkin berasal dari ”oom” (artinya paman, Belanda).
Di Papua seorang Belanda kaget ketika penjaga toko menyambutnya ramah: ”Bos ... silahkan belanja ... toko kami punya banyak barang bagus.”
Si Belanda bertanya pada teman Indonesianya :”Bagaimana dia tahu nama saya?” Nama orang Belanda ternyata Hans Bosch.
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Showing posts with label bahasa. Show all posts
Monday, July 14, 2008
Boss Silahkan !
Label:
bahasa
Tambal - Tampal - Tempel
Kalau ban mobil anda bocor di Jakarta, maka yang akan anda lakukan adalah mecari tukang “tambal ban”.
Kalau bocor ban ini terjadinya di Medan, maka yang harus anda cari adalah tukang “tempel ban”. Masuk akal... karena untuk maksud menanggulangi kebocoran itu... orang akan “menempelkan” sesuatu pada yang bocor itu.
Lain lagi di Palembang yang secara geografis berada di ANTARA Medan dan Jakarta. Kalau ban mobil anda bocor di Palembang ... anda harus mencari tukang “tampal ban”.
Perhatikan bahwa bunyi “tampal” berada di ANTARA bunyi “tambal” dan “tempel”. Padahal pekerjaannya begitu-begitu juga.
Label:
bahasa
Subscribe to:
Posts (Atom)