Showing posts with label skenario. Show all posts
Showing posts with label skenario. Show all posts

Saturday, May 10, 2008

Top of Mind

JUDUL : TOP OF MIND
LOKASI : INT Ruangan wawancara tempat dilakukan riset konsumen
DURASI : 7 menit
CAST : VIRNIE (Periset 1), MIEKE (Periset 2), TIEKE (Pencari Responden dan Periset 3), AMING (Responden 1), TORA (Responden 2), INDRA (Responden 3), SOGI (Responden 4), RONY (Responden 5).

----------------------------------------------------------------------------

FADE IN

INT RUANGAN WAWANCARA

PERISET 1 dan PERISET 2 sedang duduk di kursi menghadap meja yang sama.
Inframe : PENCARI RESPONDEN berjalan bersama RESPONDEN 1. Lalu berhenti di tengah.

PENCARI RESPONDEN
Selamat sore Bapak.
Kami sedang mengadakan riset konsumen.
Bersediakah Bapak kami wawancara ... sebentaaaar saja.
Nanti kami beri hadiah.
(Gayanya manja dan membujuk)

RESPONDEN 1
Hadiahnya apa ?

PENCARI RESPONDEN
Sesuatu yang pasti Bapak perlukan.
Saya lihat dari muka Bapak, Bapak ini suka terlambat bangun tidur.
Untuk itu nanti Bapak akan kami beri hadiah sebuah jam dinding.
Bagaimana ?

RESPONDEN 1
Ooooh ... saya suka sekali jam dinding.
Ayo ... dimana wawancaranya?

PENCARI RESPONDEN
Di sini Pak. Silahkan duduk.
(Mempersilahkan duduk di depan PERISET 1 dan 2)

PERISET 1
(Setelah Responden 1 duduk)
Bapak ... kami ingin mengetahui
urutan posisi merek produk-produk yang dijual di masyarakat,
menurut persepsi konsumen.
Kami akan menyebut jenis produk ...
nanti Bapak sebutkan merek dari jenis produk tersebut ...
yang pertama kali muncul di pikiran Bapak.

RESPONDEN 1
Aaah ... itu mah gampang. Sok ... ajaaah

PERISET 2
Sabun mandi ...

RESPONDEN 1
Daun lamtoro ...

PERISET 1
Lho kok daun lamtoro sih ?

RESPONDEN 1
Saya memang biasa mandi dengan daun lamtoro sebagai sabunnya.
Kalau dalam bahasa Sunda namanya “dikasay”.

PERISET 2
Pasta gigi ...

RESPONDEN 1
Daun alang-alang ...

PERISET 1
Lho kok daun alang-alang ...

RESPONDEN 1
Sehari-sehari memang saya menyikat gigi dengan daun alang-alang.
Lihat saja gigi saya ... putih dan bersih kan.
(Menyeringai)

PERISET 2
Shampoo ...

RESPONDEN 1
Daun kelapa ...

PERISET 2
Pemutih kulit

RESPONDEN 1
Abu gosok ...

PERISET 2
Obat jerawat ...

RESPONDEN 1
Daun sirih ...

PERISET 1
Stop ... stop ... kenapa jadi ngaco begini sih?
Memangnya jerawat pake daun sirih bisa sembuh ?

RESPONDEN 1
Ya enggak sih.
Tapi kan tadi disitu nanyanya apa yang pertama kali muncul di pikiran saya.
Ya begitulah ...

PERISET 1
Baik ... pak. Ini jam dindingnya.
Terima kasih atas kerja samanya.

RESPONDEN 1
Asyiiik ...
(Sambil berdiri dari kursi)

RESPONDEN 1 outframe
PENCARI RESPONDEN dan RESPONDEN 2 inframe

PENCARI RESPONDEN
Mieke ... ini ada responden baru lagi.
Silahkan duduk Pak.
(Mempersilahkan RESPONDEN 2 masuk dan duduk)

PERISET 1
(Setelah RESPONDEN 2 duduk)
Bapak ... kami ingin mengetahui kesetiaan Bapak pada merek produk.
Kami mohon Bapak menjawab pertanyaan kami secara jujur.

RESPONDEN 2
Silahkan ... monggo ... siapa takut ...kebetulan nama saya memang Jujur P.

PERISET 2
Apa merek pasta gigi yang Bapak pakai tiga bulan yang lalu ?

RESPONDEN 2
Sogident.

PERISET 2
Memangnya ada merek seperti itu ? Rasanya baru dengar. Whatever ...
Apa merek pasta gigi yang sekarang Bapak pakai ?

RESPONDEN 2
Sogident juga ...

PERISET 1
Wah Bapak ini termasuk konsumen setia ...

RESPONDEN 2
Gak gitu-gitu amat sih.
Teman kost saya namanya Sogi ...
Selama ini ‘kan saya nebeng pakai pasta gigi dia terus.
Sogident artinya pasta gigi punya si Sogi.

PERISET 1
Apakah Bapak akan menyarankan orang lain ...
untuk menggunakan juga pasta gigi merek Sogident ?

RESPONDEN 2
Yaaa ... gak mungkin lah yauw.
Kasian si Sogi kalau semua orang pakai pasta gigi punya dia.
Habis dong.
Nanti saya gak kebagian ... gimana ?

PERISET 2
Sekarang kita pindah ke produk lain ... yaitu sabun mandi.
Apa merek sabun mandi yang Bapak pakai tiga bulan yang lalu ?

RESPONDEN 2
Sogisoap

PERISET 2
Pasti itu merek sabun yang dipakai oleh Sogi teman Bapak itu.
Dan ... pasti itu juga merek sabun yang Bapak pakai sekarang .. kan ?

RESPONDEN 2
Salaaah ... setelah mandi tiga bulan yang lalu ... saya belum mandi lagi.
Saya belum bisa menentukan merek apa yang akan saya pakai nanti.
Mungkin saja saya akan pakai sabun kamu .... Bolehkah saya mandi di rumahmu ?

PERISET 1
Stop ... stop ... stop ... saat ini kamilah yang bertanya.
Sedangkan Bapak hanya menjawab.
Tapi saya kira sudah cukup informasi dari Bapak.
Kami ucapkan terima kasih atas kerjasamanya ... ini jam dinding sebagai kenang-kenangan.

RESPONDEN 2 outframe
RESPONDEN 3 inframe

PENCARI RESPONDEN
Mieke ... ini ada responden lagi.
Silahkan duduk disini Pak.
(Mempersilahkan RESPONDEN 3 untuk duduk)

PERISET 1
Bapak ... klien kami ingin mengetahui pendapat konsumen
mengenai pelayanan bank-bank yang ada di Indonesia, yang terjadi selama ini.
Kami minta bantuan Bapak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kami.

RESPONDEN 3
Kebetulan ... saya lagi banyak komplen soal bank.

PERISET 2
Komplennya apa Pak ?

RESPONDEN 3
Minggu lalu saya datang ke sebuah bank ...
eh semuanya pada diam ..
tidak ada yang mau melayani saya.

PERISET 2
Kenapa gak langsung komplen saja ke customer service ?

RESPONDEN 3
Sudah ... eh malah dia mengeluarkan kertas seperti ini ..
(Mengeluarkan kertas bertulisan : KAMI MELAYANI DENGAN HATI)

PERISET 2
Pantesan semua pada diam ... soalnya ... cuma hati mereka yang bekerja.
Terus ... apa lagi komplennya Pak ?

RESPONDEN 3
Bank itu kan seharusnya membuat saya jadi main kaya ...
faktanya malah membuat saya bangkrut.

PERISET 2
Bagaimana caranya sampai terjadi begitu ?

RESPONDEN 3
Kesempatan saya untuk datang ke bank kan cuma dari jam 12 – 13,
yaitu waktu istirahat kantor saya.
Eh ... ternyata pada waktu yang sama ... karyawan bank pun lagi istirahat.
Jadi saya harus nunggu sampai mereka selesai istirahat.
Dengan demikian saya jadi terlambat kembali ke kantor.
Boss saya jadi marah-marah.

PERISET 2
Kalau begitu ... pindah bank saja Pak.

RESPONDEN 3
Memang akhirnya saya pindah bank.
Bank yang satu lagi karyawannya memang tidak istirahat pada jam 12 – 13.
Tapi antrinya lama sekali ... minta ampun.
Saya dimarahin lagi oleh Boss karena terlambat lagi.
Saya dua kali membuat perusahaan gagal ikut tender.
Saya dipecat ... sekarang saya jadi gelandangan tanpa pekerjaan ...
tanpa penghasilan... hik ... hik ... hik
(Menangis)

PERISET 1
Cup ... cup ... sudah ... sudah ... jangan nangis ... ini jam dinding untuk hadiah
(Memberikan jam dinding)

RESPONDEN 3 outframe
PENCARI RESPONDEN dan RESPONDEN 4 inframe

PENCARI RESPONDEN
Mieke ... ini ada responden baru.
Silahkan duduk disini Pak.
(Mempersilahkan RESPONDEN 4 untuk duduk, lalu outframe)

PERISET 1
Bapak ... klien kami ingin mengetahui mengenai tingkat kepuasan konsumen
mengenai Departement Store Dasamuka pada khususnya
dan Departement Store pada umumnya.
Untuk itu, kami minta bantuan Bapak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kami

RESPONDEN 4
Setahu saya ... yang namanya Departement Store itu bukan Dasamuka ... tapi ... mh mh mh mh ...
(Tidak mau mengatakan namanya)

PERISET 2
Dasamuka itu kan lawannya ... mh mh mh mh
Jadi Bapak bersedia ‘kan kalau kami wawancara ?

RESPONDEN 4
Boleh saja ... silahkan.
(Tapi mukanya jadi muram)

PERISET 2
Kapan Bapak terakhir mengujungi Departement Store ?

RESPONDEN 4
Minggu lalu ...
(Wajahnya makin muram)

PERISET 2
Departement Store yang mana ?

RESPONDEN 4
Departement Store itu tadi ... mh mh mh mh ..hik... hik ... hik
(Menangis)

PERISET 2
Bapak mendapat ketidak-puasan di sana ?

RESPONDEN 4
Saya sangat kecewa disana.

PERISET 2
Apa yang membuat Bapak kecewa disana ? Tempat parkir susah ?

RESPONDEN 4
Bukan ...

PERISET 2
Tempatnya kotor ?

RESPONDEN 4
Juga bukan ...

PERISET 2
Satpamnya tidak ramah mungkin ?

RESPONDEN 4
Bukan pula ....

PERISET 2
Jadi apa ?

RESPONDEN 4
Saya ... saya ... diputusin sama pacar saya disana ...
(Nangisnya makin heboh)

PERISET 1
Mieke ... kamu yang membuat dia menangis ... jadi kamu yang bertanggung jawab .
Sekarang antarkan dia keluar ... dan bujuk dia sampai nangisnya berhenti.

RESPONDEN 4 menyandarkan kepalanya ke bahu PERISET 2 sambil menangis.
PERISET 2 membujuk-bujuk.
PERISET 2 dan RESPONDEN 4 outframe
PENCARI RESPONDEN dan RESPONDEN 5 inframe

PENCARI RESPONDEN
Mieke ... ini ada responden baru. Lho Virnie ... Mieke kemana ?
Silahkan duduk disini Pak.
(Mempersilahkan RESPONDEN 5 untuk duduk)

PERISET 1
Mieke sedang keluar mengantar responden yang tadi.
Kamu gantikan dia sekarang.
(PENCARI RESPONDEN duduk di kursi bekas PERISET 2)

PERISET 1
Bapak ... klien kami sebentar lagi akan meluncurkan produk baru berupa mi goreng.
Kami ditugaskan untuk menjajagi respon calon konsumen.
Kami minta bantuan Bapak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kami.

RESPONDEN 5
Aku sih ... oke-oke saja

PERISET 1
Di depan Bapak ada tiga piring mi goreng.
Bapak akan kami minta untuk mencicipinya,
lalu kami akan minta komentar Bapak.

RESPONDEN 5
Wah kebetulan ... saya sedang lapar ...

PERISET 1
Saya katakan sekali lagi ... Bapak hanya mencicipi.
Oke ?

PERISET 3
Menurut Bapak ... mana dari tiga piring mi goreng itu ... yang paling terasa bumbunya ?

RESPONDEN 5
(Mengambil mie dengan garpu.
Menyuapkannya ke mulut.
Pas mau memasukan mi ke mulutnya ... )

PERISET 3
Stop ...
Mi yang mana yang paling terasa bumbunya ?

RESPONDEN 5
Tapi saya belum ...

PERISET 3
Oke ... jadi mi dari Piring 2 yang paling terasa bumbunya.
(Menulis sesuatu di atas kertas)
Sekarang ... menurut Bapak ...
mana dari tiga mi goreng itu ...
yang paling enak mi-nya?

RESPONDEN 5
(Mengambil mie dengan garpu.
Menyuapkannya ke mulut.
Pas mau memasukan mi ke mulutnya ... )

PERISET 3
Stop ...
Mi yang mana yang paling enak ?

RESPONDEN 5
Tapi saya belum ...

PERISET 3
Oke ... jadi mi dari Piring 2 yang paling enak mi-nya.
(Menulis sesuatu di atas kertas)
Sekarang ... menurut Bapak ...
mana dari tiga mi goreng itu ...
yang paling menarik warna-nya ?

RESPONDEN 5
(Mengambil mie dengan garpu.
Menyuapkannya ke mulut.
Pas mau memasukan mi ke mulutnya ... )

PERISET 3
Stop ...
Saya bertanya mengenai warnanya ... jadi cukup dilihat saja ... tidak usah dicicipi.
Tidak usah dimakan.
Mi yang mana yang paling menarik warnanya?

RESPONDEN 5
Tapi ...

PERISET 3
Oke ... jadi mi dari Piring 2 yang paling menarik warnanya.
(Menulis sesuatu di atas kertas)
Sekarang ... menurut Bapak ...
mana dari tiga mi goreng itu ... yang paling renyah ?

RESPONDEN 5
(Mengambil mie dengan garpu.
Menyuapkannya ke mulut.
Pas mau memasukan mi ke mulutnya ... )

PERISET 3
Stop ...
Mi yang mana yang paling renyah ?

RESPONDEN 5
Tapi saya belum ...
(Muka kecewa berat ... marah ...)

PERISET 3
Oke ... jadi mi dari Piring 2 yang paling renyah mi-nya.
(Menulis sesuatu di atas kertas)
Oke ... dengan demikian riset dianggap selesai.
Kami ucapkan terima kasih atas ....

RESPONDEN 5
(Marah dan berteriak )
Waaaaaaaa .... aku tak terima.
Aku harus makan semua mi iniiiii ...
(Secara serabutan tiga piring mi itu dimakan dengan lahap.
Sementara itu PERISET 1, PERISET 3 menjauh karena takut)

FADE OUT

Proyek Candi

JUDUL : PROYEK CANDI

LOKASI :
1. Keraton dan
2. Lokasi proyek candi
DURASI : 6 menit
CAST : RONY (raja), TIEKE (Permaisuri), RONALD (GUN-GUN IRAMA), TORA (pemahat), VIRNIE (Model 1), MIEKE (Model 2), SOGI (Pematung), AMING (Patung Raja).

----------------------------------------------------------------------------

FADE IN

INT KERATON

RAJA dan PERMAISURI sedang bercengkrama.

RAJA
Dinda ... Kakanda ini ingin meninggalkan sesuatu yang besar pada kerajaan ini.
Sehingga kita akan dikenang lama sekali oleh rakyat.

PERMAISURI
Tidak usah khawatir Kakanda ... kuburan kita berdua pasti ukurannya king size.
Lihat saja ukuran tubuh kita.

RAJA
Yah ... kalau kuburan kita jangan ditanya lagi. Pasti besarlah.
Yang Kakanda maksudkan adalah sebuah candi yang besar dan monumental.

PERMAISURI
Kebetulan kalau begitu. Tadi pagi Dinda belanja di toko kain milik orang India itu.
Disitu ada keponakannya baru datang dari India.
Dia bilang sih dia seorang arsitek yang berpengalaman.
Coba saja kita undang ke keraton siapa tahu cocok seleranya dengan Kakanda.

RAJA
Kalau begitu silahkan Dinda panggil orang India itu.

PERMAISURI
Salam ka mahine ....
(Beat)

GUN-GUN IRAMA inframe. Langsung melanjutkan lagu yang dinyanyikan oleh Permaisuri.

GUN-GUN IRAMA
Salam e kare ho ...
(Beat)

RAJA
Coba sekarang saya test. Nyanyikan sebuah lagu dangdut yang ada kata India dalam syairnya.

GUN-GUN IRAMA
Terajana ... terajana ... ini lagunya ... lagu India ...

RAJA
Sudah ... sudah ... cukup ... saya percaya.
Baik ... selamat datang di keraton saya.
Saya kira ... saya tidak perlu memperkenalkan diri saya sendiri lagi,
karena sudah jelas saya adalah raja.
Ini permaisuri saya.
Sekarang sebutkan siapa namamu.

GUN-GUN IRAMA
Perkenalkan nama saya Gun-Gun Irama.

RAJA
Namamu mirip dengan arsitek Candi Borobudur. ... Guna Darma.
Apakah ada hubungan keluarga?


GUN-GUN IRAMA
Tidak ada hubungan keluarga, tapi kami tetangga.
Dia lahir dua hari setelah saya. Orang tuanya kurang kreatif, jadi namanya sedikit menyontek.
Kalau saya namanya Gun-Gun Irama ... dia namanya Guna Darma

RAJA
Memang mirip.

GUN-GUN IRAMA
Tapi saya lebih terkenal sebenarnya.
Kalau Baginda datang ke kampung saya, mencari rumah saya.
Tanyakan saja rumahnya Gun-gun Irama, semua orang tahu.
Tapi tidak ada seorangpun yang tahu rumahnya Guna Darma.

PERMAISURI
Menurut pamanmu yang pemilik toko kain itu, kamu adalah arsitek tekenal.
Sekarang coba saya lihat porto-folio kamu.
Proyek-proyek candi apa saja yang sudah kamu kerjakan ?

GUN-GUN IRAMA
(menyerahkan map berisi foto-foto hasil rancangan)
Silahkan Baginda periksa sendiri, pilih mana yang suka.
Atau kita bikin disain baru sama sekali.
Saya sudah membangun puluhan candi, di berbagai negara.
Klien saya selalu raja, karena memang hasil rancangan saya biaya konstruksinya mahal sekali. Hanya raja yang mampu membayarnya.

RAJA
(Memperlihatkan gambar piramid)
Ini candi dimana, kok bentuknya sederhana sekali.

GUN-GUN IRAMA
Itu adalah pesanan Firaun ... raja Mesir.
Dia minta bentuk luar yang minimalis, supaya cepat selesai.

PERMAISURI
Kenapa dia ingin selesai buru-buru ?

GUN-GUN IRAMA
Kayaknya dia punya firasat bahwa umurnya tidak akan panjang.
Raja Firaun bermaksud mengunakan candi itu sekaligus sebagai kuburannya.
Untung saya sudah berjaga-jaga, minta fee-nya dibayar penuh di muka.

RAJA :
(Memperlihatkan gambar Tembok China)
Kalau yang ini mana candinya.
Kok hanya bentengnya saja yang ada di gambar.

GUN-GUN IRAMA
Ini adalah pesanan Kaisar Cina.
Proyeknya besar sekali, jadi dibagi dua.
Saya kebagian merancang dan membangun bentengnya. Ada satu lagi arsitek yang merancang dan membangun candinya, tapi arsitek itu curang ...
dia kabur setelah menerima uang muka 20% dari nilai konstruksi.
Sejak itulah klien selalu minta jaminan uang muka yang berbentuk garansi bank.

PERMAISURI
(Memperlihatkan gambar Taj Mahal)
Yang ini pasti harganya mahal. Bentuknya indah, detilnya rumit.
Bahannya juga pasti bermutu tinggi.

GUN-GUN IRAMA
Sebenarnya tidak terlalu mahal. Tapi besar sekali mark-up dalam proyek itu.
Panitia tender minta 20%. Pengawas minta 30%.
Supplier yang ternyata adiknya Perdana Mentri, menaikan 30%.
Pemaisuri juga minta 20%. Total kenaikan 100%.
Saya bebankan semuanya pada tagihan kepada raja.
Raja marah-marah pada saya, kalau saya tidak cepat kabur pasti kepala saya sudah dipenggal.
Rakyat disana jadi heboh. kasus ini menjadi pembicaraan selama puluhan tahun.
Setiap hari orang bicara mahal ... mahal ... mahal.
Sehingga akhirnya candi itu disebut Taj Mahal.
Padahal tadinya mau dikasih nama Taj saja.

RAJA
Baiklah ... sekarang kita bicarakan proyek saya.
Ukurannya ... panjang seratus depa. Lebar seratus depa ... tinggi sepuluh depa.
Depa saya ... buka depa bayi.
Bahannya dari batu kali ... supaya tahan ratusan tahun

GUN-GUN IRAMA
(Sibuk mencatat)

RAJA
Di setiap dinding harus ada relief,
yang menggambarkan peraturan saya mengenai bagaimana rakyat saya harus bertingkah laku.
Misalnya pakaian harus sopan.
Jadi nanti harus divisualisasikan contoh orang yang berpakaian sopan,
dan orang yang berpakaian tidak sopan alias tidak memakai pakaian sama sekali.

GUN-GUN IRAMA
Jadi nanti harus ada relief yang menggambarkan orang yang tidak memakai pakaian ?

RAJA
Betul ! Dan diberi petunjuk dengan tanda panah.... zone mana saja yang harus ditutupi pakaian.
Rakyat saya tidak boleh mempertunjukkan zone tersebut.

RAJA
Juga harus divisualisasikan peraturan saya mengenai gerak tubuh yang sopan.
Harus digambarkan bagaimana gerakan yang sopan, dan bagaimana gerakan yang tidak sopan.

GUN-GUN IRAMA
Gerakan yang tidak sopan itu bagaimana Baginda ?

RAJA
Gerakan yang tidak sopan adalah gerakan yang menyerupai
gerakan orang yang sedang melakukan hubungan suami isteri.

GUN-GUN IRAMA
Jadi harus ada penggambaran orang sedang berhubungan ?

RAJA
Betul !

GUN-GUN IRAMA
Wah itu agak sulit ... karena saya belum mempunyai isteri.
Jadi terus terang saya belum tahu seperti apa.

RAJA
Itu gampang diatur.
Kamu akan saya kasih wanita yang cantik untuk jadi isteri kamu.
Jadi kamu nanti akan tahu bagaimana caranya.
Atau ... kamu juga boleh lihat kala saya sedang berhubungan dengan Permaisuri.

GUN-GUN IRAMA
Kalau Baginda dan Permaisuri yang menjadi model, nanti reliefnya perlu frame yang besar.

RAJA
Tidak jadi soal. Kita perbesar saja candinya. Biaya tidak jadi masalah.

GUN-GUN IRAMA
Apakah tidak sebaiknya peraturan itu ditulis saja, jangan divisualisasikan ?
Soalnya nanti bisa dikategorikan pornografi dan pornoaksi.

RAJA
Orang yang bisa baca tulis di kerajaan ini hanya beberapa orang.
Jadi ... kita tidak bisa menuliskan peraturan, kita harus menggambarkan peraturan.
Soal kategorisasi adalah urusan pengamat,
mereka adalah orang yang sukanya mengamati dan memberi komentar.
Silahkan mereka melakukan kategorisasi apa saja.
Tapi peraturan datangnya harus dari raja ... yaitu saya sendiri.

GUN-GUN IRAMA
Terserah Baginda saja deh ...

RAJA
Lagi pula kalau peraturannya harus tertulis, maka proyeknya adalah proyek penulisan.
Bukan proyek pembangunan.
Artinya kamu tidak akan saya pakai, karena kamu adalah arsitek ... bukan penulis

GUN-GUN IRAMA
(Mengangguk-angguk)
Iya ... ya.


RAJA
Sekarang kita teruskan ...
Di bagian atas candi ... di tengah-tengah dipasang patung diri saya ... ukuran penuh.
Mukanya ada empat. Tangannya ada delapan.

GUN-GUN IRAMA
Baiklah Baginda ... sekarang konsepnya sudah cukup jelas.
Sekarang saya minta disediakan 100 pemahat tingkat mahir, 500 pemotong batu,
900 kuli angkat, 200 mandor dan 300 juru masak.
Total 2000 orang.

PERMAISURI
Wah itu banyak sekali ... mana mungkin kami menyediakan 2000 orang.
Perlu kamu ketahui, penduduk kerajaan ini hanya lima ribu orang.

RAJA
Empat ribu di antaranya adalah petani.

GUN-GUN IRAMA
Yang seribu sisanya profesinya apa ?

RAJA
Mereka kebanyakan adalah keluarga kerajaan.
Di antara mereka ada yang saudagar, guru, ponggawa, pamong praja.
Tapi ada juga yang jadi calo proyek dan pengejar rente ekonomi.

GUN-GUN IRAMA
Mereka tentu tidak akan dipilih untuk bekerja di candi.


RAJA
Tentu tidak ... mereka tidak akan mau tangannya kotor.

GUN-GUN IRAMA
Terserah Baginda ...
Minimal harus tersedia 1500 orang.
Kalau tidak tersedia sebanyak itu ..
saya tidak bertanggung jawab kalau proyek candi menjadi terbengkalai.
Misalnya Baginda keburu meninggal ...
apakah Baginda yakin kalau pengganti Baginda akan meneruskannya?

RAJA
Baiklah ... kamu akan saya beri 1500 petani.
Kamu harus melatih mereka supaya bisa bekerja di proyek candi.

GUN-GUN IRAMA
Dan harus ada yang melatih 2500 petani yang masih bertani,
agar produksinya meningkat dua kali lipat.
Kalau tidak ... sebagian dari kita akan kelaparan

RAJA
Biarlah itu menjadi urusan saya.
Saya akan bikin proyek lain.


EXT LOKASI PROYEK CANDI.
GUN-GUN IRAMA sedang melatih PEMAHAT dan PEMATUNG.
Di situ sudah ada batu besar yang akan dibuat patung, berisi AMING.


GUN-GUN IRAMA
Kalian sekarang saya latih, supaya kamu nanti bisa jadi melatih yang lain.
Pernah dengar istilah training for trainer ?

PEMAHAT dan PEMATUNG
Pernah

GUN-GUN IRAMA
Kapan dan dimana ?
Kamu ‘kan cuma petani .

PEMAHAT dan PEMATUNG
Barusan

GUN-GUN IRAMA
Tidak lucu tau ...
Oke ... sekarang kita lakukan pemanasan.
Dalam pemanasan ... kita melakukan gerakan-gerakan
yang nanti akan kalian lakukan berulang-ulang sebagai pemahat atau pematung.
Ikuti gerakan saya ... satu ... dua ... tiga ... empat ...

PEMAHAT dan PEMATUNG
(Melakukan gerakan yang mirip orang mencangkul)

GUN-GUN IRAMA
Stop ... stop ... itu mah gerakan mencangkul atuh.
Kamu harus meninggalkan dan melupakan profesi petani yang lama.
Proyek candi ini akan lama karena ukurannya besar
dan bahannya adalah batu kali yang sangat keras.
Jadi ... sampai akhir hayat kalian ...
kalian tidak ada kemungkinan lagi kalian akan kembali bertani.
Mari kita ulangi pemanasannya ... satu ... dua ... tiga ... empat.

PEMAHAT dan PEMATUNG
(Kali ini gerakannya seperti sedang memahat, yaitu memukul pahat dengan palu)

GUN-GUN IRAMA
Oke sekarang kalian bisa bekerja.
Batu sebagai bahan baku untuk kalian ... sudah saya sediakan.
Gambar rancangan saya ada pada papan itu.
Orang-orang untuk menjadi model juga sudah saya sediakan.
Selamat bekerja.

MODEL 1 dan MODEL 2 inframe
GUN-GUN IRAMA dan PEMATUNG outframe

PEMAHAT
(Memahat pada lempengan batu, dengan dua model di hadapannya)
Saya harus memahat gerakan yang tidak sopan.
Please ... berposelah seperti itu.
Dan, kalian jangan bergerak terus ... saya jadi sulit memahatnya

MODEL 1 dan MODEL 2
(Melihat pada relief hasil pahatan)
Ah ... nggak mirip ... la yauw

PEMAHAT
Itu karena kamu berposenya tidak seperti yang diminta GUN-GUN dalam rancangan ini.
Ayo kita ulangi.
(PEMAHAT memahat lagi beberapa saati)

MODEL 1 dan MODEL 2
(Melihat pada relief)
Ah ... masih nggak mirip juga.

PEMAHAT
Coba kamu berbuat sesuatu yang bisa membuat saya terinspirasi.

MODEL 1 dan MODEL 2
(Mendesah-desah, mengerang-erang, mengaduh-aduh
dan menggeliat-geliat)

PEMAHAT
Nah ini baru inspirasi.
(Melihat ke penonton)
Saya ingin kasih inspirasi sama kamu-kamu kamu boleh namakan yang itu tadi porno swara.
(Melihat pada model-model)
Tapi saya jadi pingin pulang nih.
Hai model ... kita pulang dulu yuk.

PEMAHAT, MODEL 1 dan MODEL 2 outframe
RAJA dan PEMATUNG inframe

PEMATUNG
(Melakukan gerakan memahat pada batu)
Baginda ... saya mohon untuk tidak bergerak.
Saya ingin patung ini sempurna ... kalau bisa lebih gagah dari keadaan sebenarnya.

RAJA
(Mula-mula diam dan berpose.
Lama-lama, jadi bergerak ke kiri dan ke kanan karena sedang bicara di handphone-nya)

PEMATUNG
Baginda ... please saya mohon dengan sangat ... jangan bergerak.
Saya barusan sudah salah memahat ... jangan biarkan saya bikin salah lagi.

RAJA
Saya adalah raja ... jadi mau-mau saya dong ... mau gerak atau mau diam.
(Tetap bergerak ke kiri dan ke kanan)

PEMATUNG
Baginda ... kesalahan yang saya buat makin banyak nih.
Salah pahat pada batu tidak bisa diperbaiki.
Kita tidak punya lem batu.
Jangan salahkan saya kalau patung ini tidak mirip.

RAJA
(Gerakannya makin heboh)

PEMATUNG
Saya tidak bertanggung jawab lagi nih ... lihat hasil pekerjaan saya ...
(Kain yang membungkus Aming dibuka, terlihatlah Aming dalam pose Raja sebelum bicara di handphone)

RAJA
Pematung ... kepalamu akan saya pancung.
Masa wajah dan badan saya jadi jelek begini.
(Raja mengejar Pemahat)

PATUNG RAJA
Tunggu ....

PEMATUNG, RAJA dan PATUNG RAJA outframe